Selamat Datang di CAHAYA ANTENA , Jika ingin Pasang Antena TV, Parabola, CCTV & Penangkal Petir == SEGERA HUBUNGI KAMI Phone 021 - 591 4000, Whatsapp : 0821 2262 8949 - 081585599180, == MELAYANI SE JABODETABEK

Tag Archives: PASANG PENANGKAL PETIR SANGIANG

Grounding System Penangkal Petir.

GROUNDING SYSTEM / PEMBUMIAN


Grounding system adalah suatu perangkat instalasi yang berfungsi untuk melepaskan arus petir kedalam bumi, salah satu kegunaannya untuk melepas muatan arus petir. Standart kelayakan grounding/pembumian harus bisa memiliki nilai Tahanan sebaran/Resistansi maksimal 5 Ohm (Bila di bawah 5 Ohm lebih baik). Material grounding dapat berupa batang tembaga, lempeng tembaga atau kerucut tembaga, semakin luas permukaan material grounding yang di tanam ke tanah maka resistansi akan semakin rendah atau semakin baik.

Untuk mencapai nilai grounding tersebut, tidak semua areal bisa terpenuhi, karena ada beberapa aspek yang mempengaruhinya, yaitu :

1. Kadar air, bila air tanah dangkal/penghujan maka nilai tahanan sebaran mudah didapatkan.

2. Mineral/Garam, kandungan mineral tanah sangat mempengaruhi tahanan sebaran/resistansi karena jika tanah semakin banyak mengandung logam maka arus petir semakin mudah menghantarkan.

3. Derajat Keasaman, semakin asam PH tanah maka arus petir semakin mudah menghantarkan.

4. Tekstur tanah, untuk tanah yang bertekstur pasir dan porous akan sulit untuk mendapatkan tahanan sebaran yang baik karena jenis tanah seperti ini air dan mineral akan mudah hanyut.

 

Grounding system atau pembumian dapat di buat dengan 3 bentuk, diantaranya :


1. Single Grounding

Yaitu dengan menancapkan sebuah batang logam/pasak biasanya di pasang tegak lurus masuk kedalam tanah

==========================================================

2. Pararel Grounding

Bila sistem single grounding masih mendapatkan hasil kurang baik, maka perlu di tambahkan material logam arus pelepas ke dalam tanah yang jarak antara batang logam/material minimal 2 Meter dan dihubungkan dengan kabel BC/BCC. Penambahan batang logam/material dapat juga di tanam mendatar dengan kedalaman tertentu, bisa mengelilingi bangunan membentuk cincin atau cakar ayam. Kedua teknik ini bisa di terapkan secara bersamaan dengan acuan tahanan sebaran/resistansi kurang dari 5 Ohm setelah pengukuran dengan Earth Tester Ground

==========================================================

 

3. Maksimun Grounding

Yaitu dengan memasukan material grounding berupa lempengan tembaga yang diikat oleh kabel BC, serta dengan pergantian tanah galian di titik grounding tersebut.

==========================================================


Alat Ukur Resistansi/Earth Tester Ground

Alat ukur ini digunakan untuk mengetahui hasil dari resistansi atau tahanan grounding system pada sebuah instalasi penangkal petir yang telah terpasang. Alat ukur ini digital sehingga hasil yang di tunjukan memiliki tingkat akurasi cukup tinggi. Selain itu pihak Disnaker juga menggunakan alat ini untuk mengukur resistansi. Sehingga pengukuran oleh pihak kontraktor sama dengan hasil pengukuran pihak disnaker.

 

==========================================================

 

Bus Bar Grounding

Alat ini digunakan sebagai titik temu antara kabel penyalur petir dengan kabel grounding. Biasanya terbuat dari plat tembaga atau logam yang berfungsi sebagai konduktor, sehingga kualitas dan fungsi instalasi penangkal petir yang terpasang dapat terjamin.

==========================================================

 

Copper Butter Connector

Alat ini digunakan untuk menyambung kabel, dan biasanya kabel yang disambung pada instalasi penangkal petir Flash Vectron adalah kabel grounding sistem, karena kabel penyalur pada penangkal petir Flash Vectron tidak boleh terputus atau tidak boleh ada sambungan. Setelah kabel tersambung oleh alat ini tentunya harus diperkuat dengan isolasi sehingga daya rekat dan kualitas sambungannya dapat terjaga dengan baik. Penyambungan kabel instalasi penyalur petir konvensional umumnya menggunakan alat ini, karena pada penangkal petir konvensional jalur kabel terbuka hanya di lindungi oleh conduite dari PVC.

==========================================================

Ground Rod Drilling Head

Alat ini berfungsi untuk membantu mempercepat pembuatan grounding, dengan cara memasang di bagian bawah Copper Rod yang akan di masukkan ke dalam tanah, sehingga Copper Rod tersebut ketika didorong kedalam tanah akan cepat masuk karena bagian ujung alat ini runcing. Selain itu, alat ini juga dapat menghindari kerusakan Copper Rod ketika di pukul kedalam tanah

==========================================================

 

Ground Rod Drive Head

Alat ini dipasang dibagian atas Copper Rod dan berfungsi untuk menghindari kerusakan Copper Rod bagian atas yang akan di masukkan ke dalam tanah, karena disaat Copper Rod didorong ke dalam tanah dengan cara di pukul, alat pemukul tersebut tidak mengenai Copper Rod akan tetapi mengenai alat ini.

==========================================================

 

Bentonit

Dalam aplikasi grounding system atau pembumian, bentonit dipergunakan untuk membantu menurunkan nilai resistansi atau tahanan tanah. Bentonit digunakan saat pembuatan grounding jika sudah tidak ada cara lain untuk menurunkan nilai resistansi. Pada umumnya para kontraktor cenderung memiling menggunakan cara pararel grounding atau maksimum grounding untuk menurunkan resistansi.

==========================================================

Ground Rod Coupler

Alat ini digunakan ketika kita akan menyambung beberapa segmen copper rod yang dimasukkan kedalam tanah sehingga copper rod yang masuk kedalam tanah akan lebih panjang, misalnya ketika kita akan membuat grounding sedalam 12 meter dengan menggunakan copper rod, maka alat ini sangat diperlukan karena copper rod yang umumnya ada dipasaran paling panjang hanya 4 meter.

 

==========================================================

ARTIKEL GROUNDING SYSTEM PENANGKAL PETIR

Saat ini masih banyak orang atau beberapa kontraktor bahkan instalatir penangkal petir yang membuat grounding system dengan cara memasukan cooper rod atau tembaga asli ke dalam tanah. Hal ini tentunya sangat baik karena logam yang digunakan mengandung unsur tembaga yang lebih tinggi, terlebih lagi jika dibandingkan dengan menggunakan ground rod atau besi yang di sepuh atau di lapisi tembaga. Meskipun saat ini banyak sekali ground rod di pasaran yang lapisan tembaganya telah sesuai dengan standart SNI ( Indonesia) bahkan IEC (Internasional). Dengan banyaknya ground rod atau besi lapisan tembaga di pasaran membuktikan bahwa dalam membuat grounding system dengan menggunakan copper rod secara biaya di anggap terlalu mahal, dan para kontraktor dan ilmuwanpun mencoba membuat alternatif material dengan membuat ground rod dengan standart SNI atau IEC.

Ada teknik pembuatan grounding system yang saat ini umum digunakan, yaitu dengan cara menggunakan pipa galvanis yang kemudian di dalamnya dimasukkan kabel BC (bare cooper), teknik ini banyak dilakukan oleh kontraktor di lapangan karena selain kualitasnya baik secara hargapun dianggap lebih ekonomis. Pipa galvanis yang dimasukkan ke dalam tanah biasanya berukuran 3/4 " atau 1 " dan bare cooper yang digunakan biasanya berukuran 50 mm. Pipa galvanis dapat membantu memperlebar luas penampang material yang ditanam, sedangkan bare cooper memiliki kandungan tembaga yang lebih tinggi sekalipun dibandingkan dengan cooper rod, sehingga resistansi atau tahanan grounding penangkal petir lebih baik.

Sesuai pengalaman kami dilapangan, teknik pembuatan grounding system untuk instalasi penangkal petir di wilayah Bogor. Jika menggunakan Copper Rod sepanjang 12 meter kemudian dimasukan kedalam tanah maka resistensi atau tahanan tanahnya menunjukan hasil 7 Ohm, sedangkan jika menggunakan Pipa Galvanize di tambah BC 50 mm hasil resistensinya menunjukan 4 Ohm. Hal ini membuktikan bahwasannya teknik pembuatan grounding system dengan menggunakan Pipa Galvanize di tambah kabel BC kualitasnya jauh lebih baik di samping lebih ekonomis.

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Kabel Penyalur Petir

Kabel penghantar penangkal petir adalah  jalur logam elektris yang menghubungkan antara Ujung Finial Penerima sambaran kedalam Tanah , dengan tujuan menyalurkan muatan listrik yang disebabkan sebuah sambaran. Maka secara fungsi, kabel penyalur ini harus mampu menahan dan menerima beban tegangan kejut dan arus yang melaluinya, atau juga bisa di difinisikan bahwa Kabel penyalur petir adalah untaian kawat logam dengan luasan tertentu dan di desain sesuai dengan kebutuhan sebagai penyalur arus yang sangat besar.

Kabel penyalur petir ukuran dan bentuknya

Acuan standart untuk Kabel penghantar arus ada di luas permukaan penghantarnya minimal 50 mm, bahan logam bisa dengan beberapa alternatif , Tembaga  (Cu), Alumunium (Al) ataupun Besi (Fe).

Bentuk dari Penyalur petir bisa bermacam, Bulat, Persegi, Tali / Pita

As Solid Sebagai Penyalur Petir

plat copper petir sebagai penyalur petir

Kawat Tembaga sebagai Penyalur petir

Letak Instalasi dari kabel penyalur petir dengan kriteria sebagai berikut:
a. Jalur Kabel sependek mungkin dan lurus.
b. Menghindari instalasi kabel lain minimal 1 mtr.
c. Menghindari belokan 90′ agar tidak menimbulkan patah di isolasi atau loncatan keluar arus petir dari jalur kabel penyalur petir yang terpasang.

Macam dan jenis Kawat Penangkal Petir

  • Bare Copper … Kawat pelintir dan telanjang umumnya berbahan Tembaga atau Alumunium.
  • NYA / NYY adalah jenis Kawat pelintir dan dilapisi isolator dengan bahan tembaga.
  • Kabel HVSC / High Voltage Shielded Cable … merupakan kabel jenis baru yang dirancang agar mampu mengisolasi percikan api .

Penyalur petir Kedap 

Bahwa seluruh muatan listrik dari proses sambaran petir akan disalurkan di sebuah kabel penghantar tanpa ada sentuhan atau koneksi ke struktur logam bangunan , tujuan menggunakan sistem ini untuk menghasilkan kawasan yang benar benar bersih dari semua kemungkinan induksi elektromagnetis

Material kabel yang di gunakan NYY , NYA atau XPLE atau Coaxial

Pemanfaatan Struktur untuk kabel penyalur Petir

Struktur sebuah bangunan tidaklah akan bisa meninggalkan logam sebagai penguatnya , kecuali memang kita membuat rumah kayu dan logam besi penguat atau utama adalah merupakan material konduktor yang cukup baik.

Secara teoritis pemanfaatan struktur logam ( tulangan / struktur baja, rangka baja ) sangat mungkin dilakukan, namun hal ini perlu perencanaan yang baik agar tidak terjadi permasalahan yang tidak diinginkan dikemudian hari. Ada beberapa hal yang harus di persiapkan mulai dari tahap awal pembangunan.

struktur sebagai penghantar petir

  • Di Setiap Kaki struktur harus terhubung dengan grounding / tanah dengan baik , baik untuk kontruksi baja atau kontruksi beton.
  • Bagian atap bangunan bisa tidak di pasang ujung runcing penerima petir bila seluruh bagian atap terbuat dari logam (misl,zincalume)
  • Setiap Sambungan truktur besi harus tersambung secara elektris dengan baik.
  •  Tidak memanfaatkan struktur logam bangunan sebagai saluran Neutral atau grounding listrik.

Penyalur Petir Ganda

sistem Penyalur Petir Ganda merupakan penggabungan dari penggunaan struktur logam dan kabel dimana keduanya bisa dilalui muatan listrik secara bersamaan. dengan menggunakan sistem ini akan dihasilkan sebuah sistem penyaluran yang benar benar kuat .

untung rugi menggunakan system penyaluran ganda :

  • Menghasilkan sitem penyaluran yg kuat
  • dengan sedikit kerugian tidak bisa menggunakan struktur sebagai kutub negatif atau ground perangkat elektronik

material yang digunakan berupa kawat tembaga telanjang ( bare copper ( BC ) ) atau Kabel AAC

dari ketiga sistem di atas bisa kita menggunakan

 

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Surge Arester Penangkal Petir

Sepenting apakah INTERNAL PROTECTION , Dengan Pemasangan surge arrester ?

Sangat Penting ! Sebab masih ada kemungkinan terjadi bencana kerusakan peralatan elektronik di bangunan akibat sambaran petir yang sifatnya tidak langsung ,

Beberapa kemungkinan yang bisa terjadi diantaranya :

  1. Sambaran Tembus.
  2. Sambaran Rambatan.
  3. Induksi Elektromagnetik.

Sambaran Tembus

Petir ! Kenapa disebut seperti ini – Begitu besar Tegangan yang ditimbulkan dengan hasil loncatan bunga api dari langit ke bumi.

Sehingga acap kali terjadi di sebuah penghantar petir yang sudah berisolasi baguspun akan lolos tembus – tegangan petir mirip percikan api busi motor akan mengalir di permukaan isolasi kabel .side flashning

Istilah umumnya Side Flashing , perihal yang merugikan adalah sambaran tembus ini mengenai kabel penghantar listrik , tentu akan menimbulkan gangguan tegangan listrik.

Sambaran Rambatan Petir

Besar kemungkinan perihal ini terjadi , sebuah sambaran petir mengenai obyek lain di sekitar bangunan kemudian merambat dari bagian logam satu ke bagian logam yang lain, dan akhirnya mengenai obyek vital bangunan.

Kami memiliki pengalaman kerusakan berat di konsumen kami akibat peristiwa Sambaran Rambatan , bahwa petir bisa meloncat loncat dari obyek logam di bangunan dengan jarak relatif berdekatan.

Peristiwanya seperti ini , Sebuah sambaran petir mengenai pohon mangga tetangga sebelah , dari batang pohon ini petir meloncat mengenai talang air rumah sebelah , dari sinilah petir lari kemana mana , Masuk ke dalam jaringan listrik rumah tetangga , Juga masih juga meloncat di talang air User kami , alhasil dua rumah bersebelahan terkena dampak kerusakan berat.

Tentu yang paling parah adalah rumah yang terdekat – kerusakan hampir diseluruh perangkat elektronik yang terhubung di listrik , baik yang ON / aktif ataupun OF . Sedangkan di Rumah User kami hanya di pesawat televisi yang sedang ON , sedang elektronik yang lain tidak sampai rusak.

Sambaran Elektromagnetik

Pada saat sebuah sambaran petir mencapai obyek di permukaan bumi maka sambaran ini tidak hanya melepaskan seluruh energi listrik yang terkandung di awan. efek lain dari sambaran ini adalah gangguan Elektromagnetik. Berupa efek gelombang elektromagnetik yang sangat besar sehingga untuk obyek logam yang dekat di titik sambaran akan besar kemungkinan akan bermuatan listrik .

Bisakah anda bayangkan bila kabel instalasi listrik berada di sekitar posisi Penangkal Petir , Akan sangat berbahaya bukan.

Sejauh apa titik aman nya ? Minimal 2 mtr . Lalu untuk  Struktur logam bangunan bagai mana ? besi tulangan beton dan kerangka atap kadang sangat sulit untuk di hindari , Pemasangan ground di struktur logam bangunan akan banyak mengurang efek induksi elektromagnetik ini.

Karena Sifat dari sambaran petir adalah memiliki tegangan yang sangat besar bila berhasil memasuki sebuah jaringan listrik maka akan membentuk tegangan gangguan / Noise yang bila di lihat dari osiloskop maka akan terlihat tegangan gangguan membentuk paku yang sangat besar amplitudunya

Istilah lain dari Surge adalah Tegangan listrik berbentuk paku yang bersifat merusak peralatan elektronik. Kerusakan bisa timbul karena lonjakan tegangan akan melebihi batas ambang kerja dari perangkat.

Tegangan SURGE / Paku bisa Terjadi karena 2 hal

Tegangan Surge bisa terjadi karena berbagai sebab diantaranya :

  • Putus sambung dari sebuak kontaktor yang berulang atau kerja kontaktor untuk daya besar di sebuah jaringan listrik .
  • Kontaminasi tegangan dari sebuah sambaran petir yang masuk di sistem pengkabelan bangunan, sebagamana yang kita infokan sebelum ini.

Surge Arrester

Merupakan peralatan yang di buat menyerupai kapasitor difungsikan untuk memotong dari tegangan Surge / Paku dan melepaskan tegangan lebih ke grounding.

Prinsip Kerja Arrester

Mengamankan jaringan kelistrikan dan data dari bahaya sengatan petir tanpa harus memutus jaringan sesaatpun .

Disaat ada tegangan petir yang masuk ke sebuah jaringan kabel Surge Arrester Petir akan membuang tegangan lebih akibat petir ke saluran pembuangan / grounding.

Struktur Surge Arrester

Struktur material dari Arrester terdiri dari dua buah lempeng logam yang didekatkan dengan atau tanpa material elektrikum . Untuk lempeng pertana di hubungkan ke jalur kabel yang di amankan dan lempeng kedua ke grounding tempat pelepasan tengangan lebihnya.

Jenis Surge Arrester

Berbagai jenis Surge Arrester yang biasa digunakan untuk mengamankan keperluan perangkat elektronik , diantaranya

  • Arrester Listrik
  • Arrester Antena
  • Arrester Data

Dari rancangan material Arrester pada dasarnya sama menjadikan kegunaan berbeda di karenakan perbedaan jenis material selanya ( elektrikum ) , Dimensi dan mutu dan kwalitas dari material katodanya.

Untuk kebutuhan arrester daya rendah semisal arrester Level 3 material katoda terbuat dari Kertas Tembaga dan akan jauh berbeda untuk arrester Level 1 , material katoda berupa Karbon Steel tahan karat . Sedang material elektrikumnya untuk Level 1  udara saja.
jenis-arrester-lv-1Material Metal Oxide Varistor / MOV acapkali dimanfaatkan untuk kebutuhan arrester menengah sampai kecil karena sifatnya yang semi isolator.

Dengan perbedaan material katoda dan elektrikum di sebuah arrester akan membuat karakteristik komponen beragam .

Kebutuhan arrester listrik membutuhkan setidaknya 2 tahap pengamanan . Level 1 dengan kategori mampu memindahkan energi yang besar ke ground dan Level 2 dengan kategori menengah.

 

Cara Kerja Arrester

Saat terjadi lonjakan tegangan di sebuah jaringan kabel maka pada sisi kutup Anoda Arrester akan melepaskan lonjakan tegangan ke arah Katoda ( terhubung ke grounding ).

Ambang batas dari seberapa besar tegangan mulai meloncat sangat tergantung dari 1. jarak kerenggangan kedua kutub anoda 2. jenis material di sela selanya.

Semakin panjang kerenggangan dari katoda makan semakin besar ambang tegangan buang nya dan begitu juga sebaliknya.

Material sela / elektrikum juga mempengaruhi , material yang seringkali di gunakan , Udara bebas , Metal Oxide varistor , keramik . Ke tiga material ini berkarakter berbeda

Simulasi Cara Kerja Arrester

 

Diagram Pemasangan Surge Arrester

Dari dua macam diagram pemasangan di samping disesuaikan dengan kondisi dilapangan.

Untuk pelanggan Listrik PLN Prabayar diagram Pertama ( atas ) tidak bisa di gunakan , sebab meter PLN akan merespon Error bila ada tambahan grounding di kabel Neutral.

Diagran-Pemasangan-Surge-Arrester

 

 

 

Diagran Pemasangan Arrester

Cara Pemasangan Surge Arrester

cara-pasang-arresterPertama yang harus disiapkan adalah Tempat pelepasan tegangan lebih – Grounding, dengan nilai resistansi harus kurang dari 5 ohm.

Letakkan Arrester setelah Meter Listrik , bisa diletakkan didalam panel pembagi atau utama . Terdapat dua cara sistem pengamanan :

  1. Pengamanan Jalur Tunggal – merupakan teknik pengamanan satu kutub Phasa saja ( + )
  2. Pengamanan Jalur Ganda – Jenis pengamanan dua buah jalur kabel Phasa atau Neutral

Hubungkan secara Paralel Arrester dari kutub Phase – Ground dan Kutub Neutral – Ground

Bila sistem grounding di jaringan listrik sudah ada akan sangat menguntungkan, Sebab tiang perangkat elektronik rata rata sudah dilengkapi pengaman tegangan yang kerjanya membutuhkan grounding juga.

 

Bisakah Arrester di gantikan dengan Sekring

Sangat tidak mungkin bila fungsi pengamanan tegangan Surge digantikan dengan Sekring , sebab sekring hanya membatas kerja arus listrik bukan di besarnya tegangan listrik – Bila arus yang melewati melebihi ambang akan memutus sekring sekaligus memutuskan jaringan kabel .

Gambaran sederhana seperti ini

Bila ada muatan petir yang masuk ke jaringan kabel kelistrikan bangunan maka akan terjadi trib / putus jaringan . Kondisi ini tidak di inginkan sebab walau terjadi putus jaringan karena sifat listrik yang sampai tegangan dahulu baru arus nya , Maka kebanyakan Jebol dulu baru Trib.

Sedangkan Fungsi utama Surge Arrester adalah mengamankan jaringan listrik dari tegangan lonjakan berbentuk paku yang masuk di jaringan kabel tanpa memutus walau sesaatpun.

Sedang sifat merusak dari bahaya petir ditimbulkan karena sifat lonjakan tegangan yang besar melebihi batas ambang dari kerja perangkat elektronik yang terpasang.

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

PENANGKAL PETIR RUMAH KONVENSIONAL

PENANGKAL PETIR RUMAH

Manusia selalu mencoba untuk menjinakkan keganasan alam, salah satunya adalah bahaya sambaran petir. Ada beberapa metode untuk melindungi bangunan dan lingkungan dari sambaran petir. Metode yang paling sederhana tapi sangat efektif adalah metode Sangkar Faraday. Yaitu dengan melindungi area yang hendak diamankan dengan melingkupinya memakai konduktor yang dihubungkan dengan pembumian.

Pemasangan penangkal petir untuk rumah adalah memberikan saluran elektris dari atas bangunan ke tanah dengan tujuan bila ada sambaran petir yang mengenai atas bangunan maka arus petir bisa mengalir ke ground dengan baik. Standart kabel yg di gunakan adalah minimal 50 mm” ( SNI ), untuk memilih kabel di bawah 50 mm” tidak di sarankan walau kenyataan di lapangan banyak di gunakan.

 

Langkah pertama yang harus di lakukan adalah memilih jalur penurunan kabel, ada 2 hal penting dalam pemilihan jalur kabel ini. Pertama, jalur terpendek dengan pertimbangan lebih hemat dan Tahanan kabel kecil. Kedua, sesedikit mungkin belokan/tekukan agar tidak terjadi loncatan keluar jalur kabel (Site Flasing).

Pekerjaan pemasangan dimulai dari bawah / ground

 

INSTALASI PENYALUR PETIR KONVENSIONAL

Jenis instalasi penangkal petir yang lebih cocok untuk rumah tinggal  adalah jenis instalasi penangkal petir konvensional, yakni rangkaian jalur instalasi penyalur petir yang bersifat pasif menerima sambaran petir.

Ada 2 System yang di gunakan :
1. Sangkar Faraday / Faraday Cage
Penangkal Petir Sangkar Faraday adalah rangkaian jalur elektris dari bagian atas bangunan menuju tanah/grounding dengan beberapa jalur penurunan kabel, sehingga menghasilkan jalur konduktor berbentuk sangkar yang melindungi bangunan dari sambaran petir.
 
Pemanfaatan struktur logam sebuah bangunan bisa dimanfaatkan, misalnya :
– Rangka baja (H-Beam/I-WF)
– Pertulangan Beton
– Frame Alumunium

Pemanfaatan struktur logam tersebut bisa dilakukan dengan catatan harus mengarah ke bawah/tanah di hubungkan dengan unit grounding system.

 

2. Jalur Instalasi Tunggal / Franklin Rod

Penangkal Petir Franklin Rod adalah rangkaian jalur elektris dari atas bangunan menuju sisi bawah/tanah dengan jalur kabel tunggal, dengan cara memasang alat berupa batang tembaga dengan daerah perlindungan berupa kerucut imajiner dengan sudut puncak 112 derajat. Agar daerah perlindungan luar maka Franklin Rod di pasang pada bangunan teratas (tinggi 1 – 3 Meter). Makin jauh dari Franklin Rod maka perlindungan akan semakin lemah pada areal tersebut.

 
Dari kedua system instalasi penangkal petir konvensional tersebut tentunya sangat di pertimbangkan mengenai standart keamanan, kualitas instalasi, biaya dan estetika menjadi titik tolak utama bagi kita untuk memilih, memakai system pengamanan sambaran petir manakah yang sesuai untuk bangunan kita.

Berikut material yang di perlukan untuk instalasi penangkal petir konvensional :

– Ujung Penerima Sambaran / Splitzer
– Dudukan / Pipa penyangga
– Kabel Penghantar
– Grounding System
– Assesories

 

Radius proteksi instalasi penangkal petir konvensional berbeda dengan radius proteksi penangkal petir elektrostatis, hal ini di sebabkan karena instalasi penangkal petir konvensional bersifat pasif. Secara teori radius penangkal petir konvensional antara 2 Meter sampai 4 Meter atau 45 derajat dengan ketinggian splitzer 1 Meter. Maka dari itu jika luas struktur bangunan atau areal yang akan di lindungi sangat luas lebih praktis dan ekonomis dipasang penangkal petir elektrostatis. Terminal petir elektrostatis dengan merk Flash Vectron memiliki radius proteksi 157 Meter.

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

HARGA PASANG PENANGKAL PETIR

KAMI MENYEDIAKAN PAKET SEBAGAI BERIKUT :

PAKET PENANGKAL PETIR ELEKTROSTATIS ( RADIUS ) 

1. Pasang Penangkal Petir Elektrostatis ( KURN R-85 )

Harga Paket Rp 8.500.000,–
( Dari harga paket tersebut sudah mendapatkan ) 

  • 1 Unit Head Terminal Radius 85 Meter
  • 1 Unit Split ( Tombak ) Bawah "AS GROUNDING 1/2"
  • 15 Meter Kabel BC-50
  • Grounding System (Pembumian) 
  • 3 Batang Pipa PVC 1/2' 
  • Tiang Galvanize 2 Meter
  • Box Control 20×30
  • Bergaransi

2. Pasang Penangkal Petir Elektrostatis ( KURN R-150 )

Harga Paket Rp 9.500.000,–
( Dari harga paket tersebut sudah mendapatkan ) 

  • 1 Unit Head Terminal Radius 150 Meter
  • 1 Unit Split ( Tombak ) Bawah "AS GROUNDING 1/2"
  • 15 Meter Kabel BC-50
  • Grounding System (Pembumian) 
  • 3 Batang Pipa PVC 1/2' 
  • Tiang Galvanize 2 Meter
  • Box Control 20×30
  • Bergaransi
Customer Service . 07'00 Wib s/d 20'00 Wib
HARI MINGGU / LIBUR TETAP BUKA
Melayani Pemasangan,
  • Jakarta – Bogor – Depok – Tangerang – Bekasi
  • Tambun – Cibitung – Cikarang – Karawang
  • Cibubur – Cikeas – Ciulengsi – Jonggol
  • Cimanggis – Depok – Sawangan – Parung – Citayam
  • Bogor – Cibitung – Ciuterup – Sentul – Ciawi – Puncak
  • Cikokol – Cipondoh – Karawaci – Binong – Serpong
  • Bitung – Jatiuwung – Cikupa – Balaraja
  • Serang – Cilegon – Merak

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

PEAMASANGAN PENANGKAL PETIR DI GEDUNG KEMENTERIAN BUMN JAKARTA

GEDUNG KEMENTERIAN BUMN JL MEDAN MERDEKA SELATAN 

Pemasangan Penangkal Petir Elektrostatis dengan Radius 150 Meter  dengan menggunakan Tiang Treeangle setinggi 20 meter di  Gedung Kementrian BUMN dengan Ketinggan gedung 90 Meter dari atas permukaan tanah 

 

 

 

 

 

 

 

 

Customer Service . 07'00 Wib s/d 20'00 Wib
HARI MINGGU / LIBUR TETAP BUKA
Melayani Pemasangan,
  • Jakarta – Bogor – Depok – Tangerang – Bekasi
  • Tambun – Cibitung – Cikarang – Karawang
  • Cibubur – Cikeas – Ciulengsi – Jonggol
  • Cimanggis – Depok – Sawangan – Parung – Citayam
  • Bogor – Cibitung – Ciuterup – Sentul – Ciawi – Puncak
  • Cikokol – Cipondoh – Karawaci – Binong – Serpong
  • Bitung – Jatiuwung – Cikupa – Balaraja
  • Serang – Cilegon – Merak

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

MACAM MACAM TYPE PENANGKAL PETIR

MACAM MACAM TYPE PENANGKAL PETIR

 

CV. CAHAYA PETIR adalah Spesialis Penangkal Petir Handal,Profesional,Terpercaya dan Kontraktor serta Supplier Penangkal Petir. Manusia telah berusaha mengembangkan metode sebagai menangkal bahaya sambaran petir salah satunya melalui teknologi penangkal petir. Penangkal petir merupakan rangkaian jalur dalam difungsikan sebagai jalan buat petir menuju ke permukaan bumi, minus merusak benda-benda yang dilewatinya. Nyata segenap tipe penangkal petir diantaranya:

 

A. Penangkal Petir Kovensional

Metode terkait dikembangkan oleh Benjamin Franklin 150 setahun yang lalu seperti dengan membuat sistem penyalur arus listrik yg menghubungkan antara bagian atas bangunan setelah itu lokasi pembumian (grounding). Pada metode indonesia aspek yang hendak diperhatikan adalah reb grouding dimana turun, reb penghantar, nominal air terminal yang dibutuhkan.

 

B. Penangkal Petir Elektrostatik

Prinsip aksi penangkal petir Elektrostatik mengadopsi segenap pola penangkal petir Radioaktif melalui menambah muatan dalam ujung batang penangkal petir untuk petir selalu menentukan ujung ini sebagai disambar. Perbedaan dalam sistem Radioaktif lalu Elektrostatik terdapat dalam pilihan energi dalam dipakai. Buat Penangkal Petir Radioaktif muatan listrik dihasilkan untuk consignée hamburan zat radiokatif sedangkan untuk penangkal petir elektrostatik kraft listrik dihasilkan yang Listrik Awan yg menginduksi permukaan bumi.

 

C. Penangkal Petir Radio Aktif

Sistem ini cocok untuk bangunan banyak. 1 bangunan cukup memanfaatkan seorang penangkal petir. Alatnya disebut Preventor, dalam bekerja berlandaskan reaksi netralisasi ion dgn menggunakan bahan radio station aktif. Keuntungan dari penelitian menerangkan bahwa petir terjalin karena datang muatan listrik in awan yg dihasilkan oleh rédigée ionisasi. Oleh sebab itu usaha menghambat sistem ionisasi di mainkan dengan cara memakai zat radioaktif layaknya Radiun 226 dan Ameresium 241 dimana bisa menghamburkan ion radiasi yg sanggup menetralkan muatan listrik awan. Namun beralaskan kesepakatan internasional keberadaan penangkal petir bentuk ini sudah dicekal pemakaiannya karena bencana zat radiokatif kepada mahluk hidup.

 

Customer Service . 07'00 Wib s/d 20'00 Wib
HARI MINGGU / LIBUR TETAP BUKA
Melayani Pemasangan,
  • Jakarta – Bogor – Depok – Tangerang – Bekasi
  • Tambun – Cibitung – Cikarang – Karawang
  • Cibubur – Cikeas – Ciulengsi – Jonggol
  • Cimanggis – Depok – Sawangan – Parung – Citayam
  • Bogor – Cibitung – Ciuterup – Sentul – Ciawi – Puncak
  • Cikokol – Cipondoh – Karawaci – Binong – Serpong
  • Bitung – Jatiuwung – Cikupa – Balaraja
  • Serang – Cilegon – Merak

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

KABEL

Kabel dalam bahasa Inggris disebut cable merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal dari satu tempat ke tempat lain.

Kabel seiring dengan perkembangannya dari waktu ke waktu terdiri dari berbagai jenis dan ukuran yang membedakan satu dengan lainnya.Berdasarkan jenisnya, kabel terbagi menjadi 3 yakni kabel tembaga (copper), kabel koaksial, dan kabel serat optik.

Sejarah

Kabel mulai ditemukan saat manusia membutuhkan sebuah alat yang berguna untuk menghubungkan suatu perangkat dengan perangkat lain., dan ditemukan pada awal 1400an. Proses penemuan kabel ini tidak sama antara satu jenis kabel dengan kabel lainnya.Penemuan kabel tembaga membutuhkan proses yang paling lama dibanding kabel yang lain, hingga akhirnya berhasil ditemukan sebuah telepon. Penemuan kabel koaksial mengikuti penemuan kabel tembaga. Baru-baru ini, kabel koaksial telah disempurnakan kembali dengan penemuan kabel serat optik yang sangat tipis dan mampu mentransmisikan sinyal cahaya.

Jenis

Kabel tembaga

Salah satu jenis kabel tembaga

Kabel tembaga terbagi atas UTP (Unshielded Twisted Pair) dan STP (Shielded Twisted Pair). Perbedaan dari keduanya adalah adanya pelindung dan tidak adanya pelindung pada bagian inti konduktornya. Kabel UTP terdiri dari 4 pasang kabel dengan jalinan yang berbeda-beda tiap incinya. Semakin rapat jalinan tersebut, tingkat transimisi dan harganya semakin tinggi. Kabel UTP ini menggunakan konektor RJ-45 yang biasa digunakan untuk Ethernet, ISDN, atau sambungan telepon.Dengan kabel UTP, kita dapat mengirimkan data lebih banyak dibandingkan LAN.

Sedangkan, kabel STP terdiri dari sepasang kabel yang dilindungi oleh timah, dan masing-masing kabel tersebut dibungkus oleh pelindung.

Kabel koaksial

Jenis kabel koaksial

Kabel koaksial ditemukan oleh Oliver Heaviside. Merupakan kabel yang terdiri dari dua buah konduktor, yaitu terletak di tengah yang terbuat dari tembaga keras yang dilapisi dengan isolator dan melingkar di luar isolator pertama dan tertutup oleh isolator luar. Kabel koaksial memiliki 3 bagian utama, yakni pelindung luar, pelindung berupa anyaman tembaga, dan isolator plastik. 

Kabel koaksial memiliki kapasitas pita lebar (bandwidth) 10 Mbps dan kapasitas node 30 node.Kabel koaksial sering dipakai sebagai jalur transmisi untuk frekuensi sinyal radio. 

Beberapa jenis kabel koaksial, yaitu:

  1. Kabel coaxial RG-62A/U : merupakan kabel berwarna hitam dengan inti berupa kabel serabut. Ukuran kabel ini kurang lebih 0.25 inch (6 mm).
  2. Thin coaxial cable: merupakan kabel koaksial berdiameter rata-rata 5mm yang berwarna gelap dan banyak digunakan dikalangan radio amatir.
  3. Thick coaxial cable: merupakan kabel berdiameter rata-rata 12mm dan sering dikenal sebagai yellow cable.

Kabel serat optik

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: serat optik

Kabel Serat Optik

Kabel serat optik merupakan sebuah kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang berfungsi untuk mentransmisikan sinyal cahaya. Kabel serat optik berukuran sangat tipis dan berdiameter sehelai rambut manusia yang saat ini paling banyak digunakan sebagai media transimisi dalam teknologi komunikasi modern.

Bagian-bagian utama serat optik tersebut adalah bagian inti tempat merambatnya gelombang cahaya, lapisan selimut yang mengelilingi bagian inti dengan indeks bias yang lebih kecil, dan lapisan jake yang melindungi bagian inti dan selimut dengan plastik yang elastis. Komponen utama sistem serat optik terdiri dari transmitter (Laser Diode dan Laser Emmiting Diode), information channel yang berupa serat optik, dan receiver.

Manfaat

Secara umum, kabel memiliki fungsi sebagai media transimisi yang berperan untuk mempercepat penyampaian pesan. Setiap kabel memiliki spesialisasi fungsi yang berbeda-beda. Kabel tembaga seringkali digunakan sebagai penghubung ke jaringan telepon dan Ethernet. Kabel koaksial sering kita gunakan pada televisi dan radio. Sedangkan, kabel fiber optik sering kita gunakan sebagai jalinan penghubung bawah laut (underwater lines) merupakan media transmisi antar samudera, qube, dan video pay per view

Kelebihan

  1. Kabel Tembaga. Beberapa kelebihan dari kabel tembaga, antara lain adalah harganya murah, instalasinya mudah, mudah didapat, dan fleksibel, menggunakan satu medium untuk semua.
  2. Kabel Koaksial. Beberapa kelebihan dari kabel koaksial adalah kapasitas bandwith dan jangkauan transmisi yang lebih besar, pengiriman informasi yanglebih cepat, dan lebih murah dari serat optik.
  3. Kabel Serat Optik. Beberapa kelebihan dari kabel serat optik adalah berukuran tipis dan berdiameter sehelai rambut manusia, dapat mentransmisikan sinyal cahaya, kapasitas bandwidth dan kecepatan transmisi yang sangat besar, mencapai terabyte, mudah untuk dibawa, serta tidak rentan terhadap gangguan frekuensi listrik.

Kelemahan

  1. Kabel Tembaga. Beberapa kelemahan dari kabel tembaga adalah rentan terhadap gangguan frekuensi listrik dan radio, tidak dapat mentransmisikan sinyal cahaya, dan kapasitas bandwithnya yang kecil.
  2. Kabel Koaksial. Beberapa kelemahan dari kabel koaksial adalah sulit dalam instalasinya, sering mengakibatkan masalah dalam koneksi jika kedua ujungnya tidak di grounddengan baik, dan lebih mahal jika dibandingkan dengan kabel tembaga.
  3. Kabel Serat Optik. Beberapa kelemahan dari kabel serat optik adalah harganya yang mahal termasuk peralatan khusus untuk penyambungannya, serta konstruksinya yang lemah sehingga memerlukan lapisan penguat untuk proteksi.

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

LOGAM

Dalam kimia, sebuah logam atau metal  adalah material (sebuah unsur, senyawa, atau paduan) yang biasanya keras tak tembus cahaya, berkilau, dan memiliki konduktivitas listrik dan termal yang baik. Logam umumnya liat—yaitu dapat ditempa atau ditekan permanen hingga berubah bentuk tanpa patah atau retak—dan juga fusibel (bisa dilelehkan) dan ulet (dapat ditarik hingga membentuk kawat halus). Sekitar 91 dari 118 unsur dalam tabel periodik adalah logam, sisanya adalah nonlogam atau metaloid. Beberapa unsur menunjukkan sifat baik logam dan nonlogam sekaligus.

Astrofisikawan menggunakan istilah "metal" untuk menjelaskan secara kolektif seluruh unsur selain hidrogen dan helium, dua unsur paling sederhana, dalam suatu bintang. Bintang memfusi atom-atom yang lebih kecil, sebagian besar hidrogen dan helium, untuk membuat atom yang lebih besar selama masa hidupnya. Dalam pengertian itu, metalisitas suatu objek adalah proporsi dari materi yang menyusun seluruh unsur kimia yang lebih berat, tidak hanya logam-logam tradisional.

Banyak unsur dan senyawa yang tidak diklasifikasikan secara normal sebagai logam menjadi logam pada tekanan tinggi; ini terbentuk sebagai alotropi metalik dari non logam.

Daftar isi

Struktur dan ikatan

Atom zat logam biasanya tersusun dalam salah satu dari tiga struktur kristal umum, antara lain body-centered cubic (bcc), face-centered cubic (fcc), dan hexagonal close-pack (hcp). Dalam bcc, masing-masing atom terletak di pusat kubus dikelilingi atom lainnya. Dalam fcc dan hcp, masing-masing atom dikelilingi oleh duabelas atom lainnya, tetapi susunan lapisannya berbeda. Beberapa logam mengadopsi struktur yang berbeda, tergantung pada suhu.[

Atom logam mudah kehilangan elektron kelopak terluarnya, menghasilkan awan elektron bebas yang mengalir dalam pengaturannya sifatnya yang padat. Hal ini menyebabkan kemampuan zat logam untuk mudah menghantarkan panas dan listrik. Jika aliran elektron ini terjadi, karakteristik padat dari logam dihasilkan oleh interaksi elektrostatis di antara masing-masing atom dan awan elektron. Ikatan jenis ini disebut ikatan logam.

Sifat-sifat

Kimia

Logam biasanya cenderung membentuk kation melalui mekanisme kehilangan elektron, bereaksi dengan oksigen di udara membentuk oksida melalui beragam skala waktu (besi berkarat setelah bertahun-tahun, sementara kalium terbakar dalam hitungan detik. Contoh:

4 Na + O2 → 2 Na2O (natrium oksida)
2 Ca + O2 → 2 CaO (kalsium oksida)
4 Al + 3 O2 → 2 Al2O3 (aluminium oksida).

Logam transisi (seperti besi, tembaga, seng, dan nikel) lebih lambat teroksidasi karena mereka membentuk lapisan pasivasi oksidanya yang melindungi bagian dalam logam. Lainnya, seperti paladium, platina dan emas, tidak bereaksi sama sekali dengan atmosfer. Beberapa logam membentuk lapisan oksida penghalang pada permukaannya yang tidak dapat ditembus lebih jauh oleh molekul-molekul oksigen, sehingga dapat mempertahankan kilau dan konduktivitasnya selama beberapa dekade (seperti aluminium, magnesium, beberapa jenis baja, dan titanium). Oksida logam umumnya bersifat basa, berlawanan dengan nonlogam, yang bersifat asam. Pengecualian berlaku untuk oksida dengan tingkat oksidasi sangat tinggi seperti CrO3, Mn2O7, dan OsO4, yang bereaksi sangat asam.

Pengecatan, penganodaan (anodising) atau penyepuhan logam adalah cara yang baik untuk mencegah korosi. Namun, logam yang lebih reaktif dalam deret elektrokimia harus dipilih untuk penyalutan, terutama jika dipilih serpihan penyalut. Air dan dua logam membentuk sel elektrokimia, dan jika penyalut kurang reaktif daripada yang disalut, penyalut sejatinya telah memicu korosi.

Fisika

Kristal galium

Logam secara umum memiliki konduktivitas listrik tinggi, konduktivitas termal tinggi, dan densitas yang tinggi pula. Umumnya mereka lentur dan liat, berubah bentuk di bawah tekanan tanpa terbelah.Dalam hal sifat optiknya, logam mengkilat dan berkilau. Lembaran logam dengan ketebalan di bawah beberapa mikrometer terlihat opak, tetapi kertas emas meneruskan sinar hijau.

Meskipun sebagian besar logam memiliki densitas yang lebih tinggi daripada kebanyakan nonlogam, terdapat rentang variasi yang lebar dalam hal densitas mereka. Litium adalah unsur padat yang paling rendah densitasnya, sementara osmium adalah yang paling tinggi. Logam alkali dan alkali tanah pada golongan 1 dan 2 dirujuk sebagai logam ringan karena mereka memiliki densitas rendah, kekerasan rendah, dan titik lebur yang rendah pula.Tingginya densitas sebagian besar logam karena ketatnya kisi kristal struktur logam mereka. Kekuatan ikatan logam untuk logam yang berbeda mencapai maksimum di sekitar pusat deret logam transisi, karena unsur-unsur tersebut memiliki sejumlah besar elektron terdelokalisasi dalam ikatan logam jenis ikatan ketat. Namun, faktor lain (seperti jari-jari atom, muatan inti, jumlah orbitalikatan, tumpangsuh energi orbital dan bentuk kristal) juga terlibat.

Listrik

Pengisian tingkat elektron dalam berbagai jenis bahan pada kesetimbangan. Garis vertikal adalah energi, sementara horizontal adalah rapat keadaan elektron untuk energi tertentu dalam bahan terdaftar. Bagian yang diarsir mengikuti distribusi Fermi-Dirac(hitam = seluruh keadaan terisi, putih = tidak ada yang terisi). Dalam Logam dan semilogam, tingkat Fermi EF bergantung pada bagian dalam sekurang-kurangnya satu pita. Dalam insulator dan semikonduktor, tingkat Fermi berada di celah pita; namun dalam semikonduktor pita cukup dekat dengan tingkat Fermi untuk menjadi terpopulasi termal dengan elektron atau lubang.

Konduktivitas termal dan listrik logam berangkata dari kenyataan bahwa elektron terluar mereka terdelokalisasi. Situasi ini dapat divisualisasikan dengan memperhatikan struktur atom logam sebagai suatu koleksi atom yang terbenam dalam lautan elektron yang bergerak cepat. Konduktivitas listrik logam, seperti halnya kapasitas bahang dan konduktivitas panas, dapat dihitung menurut model elektron bebas, yang tidak memperhatikan struktur detail kisi ion.

Ketika mempertimbangkan struktur pita elektron dan energi ikatan suatu logam, perlu diperhatikan potensial positif yang disebabkan oleh pengaturan spesifik inti ion—yang muncul periodik dalam kristal. Konsekuensi paling penting dari potetensial periodik adalah pembentukan celah pita kecil pada perbatasan zona Brillouin. Secara matematis, potensial inti ion dapat dihitung melalui beragam model, yang paling sederhana adalah model elektron hampir bebas.

Mekanis

Sifat mekanis metal meliputi duktilitas, yaitu kapasitas mereka dalam deformasi plastis. Deformasi elastis dapat balik pada logam dapat dijelaskan oleh Hukum Hooke untuk memulihkan gaya, sementara tegangan berbanding lurus dengan regangan. Gaya yang lebih besar daripada batas elastis, atau panas, dapat menyebabkan deformasi permanen (tak dapat balik) pada objek, yang dikenal sebagai deformasi plastis atau plastisitas. Perubahan tak dapat balik dalam susunan atom dapat terjadi sebagai akibat dari:

  • Aksi suatu gaya yang diaplikasikan (atau usaha). Gaya yang diaplikasikan dapat berupa gaya tarik, gaya tekan, pemotongan, pembengkokan atau gaya torsi (pelintir).
  • Perubahan suhu (panas). Perubahan suhu dapat mempengaruhi mobilitas cacat struktural seperti batas butir, kekosongan titik, dislokasigaris atau ulir, kesalahan penumpukan dan twins baik dalam padatan kristal maupun non-kristal. Pergerakan atau perpindahan cacat tersebut diaktifkan secara termal, dan karenanya dibatasi oleh laju difusi atom.

Logam panas dari pandai besi.

Aliran kental di dekat batas butir, misalnya, dapat menyebabkan gelinciran internal, rayapan dan kelelahan pada logam. Hal ini juga dapat berkontribusi terhadap perubahan signifikan pada struktur mikro seperti pertumbuhan butir dan densifikasi lokal karena penghilangan porositas intergranular. Dislokasi sekrup bisa menggelincir ke arah bidang kisi yang berisi dislokasi, sementara kekuatan pendorong utama untuk "pendakian dislokasi" adalah gerakan atau difusi kekosongan melalui kisi kristal.

Selain itu, sifat nondireksional ikatan logam juga dianggap berkontribusi secara signifikan terhadap daktilitas sebagian besar padatan logam. Bila bidang ikatan ionik menggeser satu sama lain, perubahan resultan pada lokasi pergeseran ion dengan muatan yang sama ke dalam proksimitas dekat mengakibatkan pembelahan kristal; pergeseran seperti itu tidak teramati pada kristal berikatan kovalen di mana terjadi fraktur dan fragmentasi kristal.

Logam paduan

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Logam paduan

Logam paduan adalah campuran dari dua atau lebih unsur di mana komponen utamanya adalah logam. Sebagian besar logam murni terlalu lunak, rapuh atau reaktif secara kimia untuk penggunaan praktis. Menggabungkan rasio logam yang berbeda sebagai logam paduan memodifikasi sifat logam murni untuk menghasilkan karakteristik yang diinginkan. Tujuan pembuatan logam paduan umumnya membuat mereka kurang rapuh, lebih keras, tahan terhadap korosi, atau memiliki warna dan keharuman yang diinginkan. Dari semua paduan logam yang digunakan saat ini, paduan besi (baja, baja nirkarat, besi tuang, baja perkakas, baja paduan) merupakan proporsi terbesar baik secara kuantitas maupun nilai komersial. Besi yang dipadu dengan berbagai proporsi karbon memberi baja berkadar karbon rendah, menengah dan tinggi, dengan peningkatan level karbon mengurangi keuletan dan ketangguhan. Penambahan silikon akan menghasilkan besi cor, sedangkan penambahan kromium, nikel dan molibdenum pada baja karbon (lebih dari 10%) menghasilkan baja nirkarat.

Paduan logam penting lainnya adalah aluminium, titanium, tembaga dan magnesium. Paduan tembaga yang sudah dikenal sejak prasejarah—perunggu memberi nama untuk Zaman Perunggu—dan memiliki banyak aplikasi saat ini, yang terpenting adalah kabel listrik. Paduan dari tiga logam lainnya telah dikembangkan akhir-akhir ini; karena reaktivitas kimianya, mereka memerlukan proses ekstraksi elektrolitik. Paduan aluminium, titanium dan magnesium berharga kareana rasio kekuatan-terhadap-beratnya yang tinggi; magnesium juga bisa memberikan perisai elektromagnetik. Bahan-bahan ini ideal untuk situasi di mana rasio kekuatan-terhadap-berat yang tinggi lebih penting daripada biaya material, seperti di ruang angkasa dan beberapa aplikasi otomotif.

Logam paduan yang dirancang khusus untuk aplikasi yang sangat berat, seperti mesin jet, dapat mengandung lebih dari sepuluh unsur.

Kategori

Guard rail atau pagar pengaman jalan

Logam dasar

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Logam dasar

Dalam kimia, istilah logam dasar digunakan secara informal untuk mengacu pada logam yang mudah teroksidasi atau berkarat, dan mudah bereaksi dengan asam klorida encer (HCl) membentuk hidrogen. Contohnya termasuk besi, nikel, timbal dan seng. Tembaga dianggap sebagai logam dasar karena relatif mudah teroksidasi, meskipun tidak bereaksi dengan HCl. Logam dasar biasanya digunakan dalam kondisi yang berlawanan dengan logam mulia.

Dalam alkimia, logam dasar adalah logam biasa dan murah, berlawanan dengan logam berharga, terutama emas dan perak. Tujuan lama para alkemis adalah transmutasi logam dasar menjadi logam berharga.

Dalam numismatik, koin di masa lalu mendapatkan nilainya terutama dari kandungan logam berharga. Sebagian besar mata uang modern adalah mata uang fiat, yang memungkinkan koin dibuat dari logam dasar.

Logam Ferro

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Metalurgi ferro

Lihat pula: Logam non-ferro

Istilah "ferro" berasal dari bahasa Latin yang berarti "mengandung zat besi". Ini bisa termasuk besi murni, seperti besi tempa, atau paduan seperti baja. Logam besi sering bersifat magnetis, namun tidak eksklusif.

Logam mulia

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Logam mulia

Logam mulia adalah logam yang tahan terhadap korosi atau oksidasi, tidak seperti sebagian besar logam dasar. Mereka cenderung juga merupakan logam berharga, seringkali karena kelangkaannya. Contohnya antara laain emas, platina, perak, rodium, iridium, dan paladium.

Logam berharga

Bongkahan emas

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Logam berharga

Suatu logam berharga adalah unsur kimia metalik yang langka dengan nilai ekonomi tinggi.

Secara kimia, logam berharga kurang reaktif daripada sebagian besar unsur, memiliki kilau tinggi dan konduktivitas listrik yang tinggi. Dalam sejarah, logam berharga penting sebagai mata uang, tetapi saat ini hanya dianggap sebagai komoditas investasi dan industri. Emas, perak, platina dan paladium masing-masing mempunyai kode mata uang ISO 4217. Logam berharga yang paling dikenal adalah emas dan perak. Sementara keduanya memiliki penggunaan indusri, mereka lebih dikenal dalam bidang seni, perhiasan, ddan koin. Logam berharga lainnya termasuk dalan logam golongan platina: rutenium, rodium, paladium, osmium, iridium, dan platina, dengan platina adalah yang paling banyak diperdagangkan.

Permintaan logam berharga didorong tidak hanya berdasarkan penggunaan praktisnya, tetapi juga perannya sebagai investasi dan penyimpan nilai (bahasa Inggris: store of value). Paladium pernah, sekitar musim panas 2006, bernilai sedikit di bawah setengah harga emas, dan platina sekitar dua kali harga emas. Perak secara substansial tidak terlampau mahal, tetapi seringkali secara tradisional dianggap sebagai logam berharga karena perannya sebagai koin dan perhiasan.

Logam berat

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Logam berat

Logam berat adalah semua logam atau metaloid yang relatif padat. Definisi yang lebih spesifik telah diajukan, tetapi tidak satupun memperoleh persetujuan luas. Beberapa logam berat memiliki penggunaan ceruk, atau dinyatakan beracun; beberapa esensial dalam jumlah renik.

Ekstraksi

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bijih, Pertambangan, dan Metalurgi ekstraktif

Logam seringkali diekstraksi dari bumi yang berarti menambang bijih yang kaya dengan sumber daya unsur yang dimaksud, seperti bauksit. Lokasi bijih ditentukan dengan teknik prospekting, diikuti dengan eksplorasi dan pengujian deposit. Sumber daya mineral umumnya dibagi ke dalam tambang permukaan, yang ditambang dengan ekskavasi menggunakan alat berat, dan tambang bawah tanah.

Setelah bijih ditambang, logam harus diekstraksi, biasanya menggunakan reduksi kimia atau elektrolitik. Pirometalurgi menggunakan suhu tinggi untuk mengubah bijih menjadi bahan baku, sementara hidrometalurgi menerapkan kimia berbasis air untuk tujuan yang sama. Metode yang digunakan bergantung pada jenis logam dan kontaminannya.

Jika bijih ligam berupa senyawa ionik antara logam dan nonlogam, bijih tersebut biasanya harus dilebur—dipanaskan dengan penambahan reduktor—untuk mengekstrak logam murni. Banyak logam umu, seperti besi, dilebur menggunakan karbon sebagai reduktor. Beberapa logam seperti aluminium dan natrium, tidak memiliki reduktor praktis yang dijual bebas, sehingga diekstraksi menggunakan teknik elektrolisis.

Bijih sulfida tidak direduksi langsung menjadi logam tetapi dipanggang di udara terbuka untuk mengubahnya menjadi oksida.

Daur ulang

Permintaan untuk logam terkait erat dengan pertumbuhan ekonomi. Selama abad ke-20, ragam penggunaan logam di masyarakat meningkat tajam. Saat ini, perkembangan negara-negara besar, seperti China dan India, dan kemajuan teknologi, mendorong permintaan yang semakin banyak. Hasilnya adalah aktivitas pertambangan semakin meluas, dan semakin banyak stok logam dunia di atas tanah yang digunakan, sementara yang di bawah tanah sebagai cadangan yang tidak digunakan. Contohnya adalah stok tembaga bekas. Antara tahun 1932 dan 1999, tembaga yang digunakan di AS meningkat dari 73 g menjadi 238 g per orang.

Logam secara inheren dapat didaur ulang, jadi pada prinsipnya, dapat digunakan berulang-ulang, meminimalkan dampak negatif lingkungan dan menghemat energi. Misalnya, 95% energi yang digunakan untuk membuat aluminium dari bijih bauksit diselamatkan dengan menggunakan bahan daur ulang. Tingkat daur ulang logam umumnya rendah. Pada tahun 2010, International Resource Panel, yang diselenggarakan oleh United Nations Environment Programme (UNEP) menerbitkan laporan tentang stok logam yang ada di masyarakat dan tingkat daur ulangnya.

Penulis laporan tersebut mengamati bahwa stok logam di masyarakat dapat berfungsi sebagai tambang raksasa di atas tanah. Mereka memperingatkan bahwa tingkat daur ulang beberapa logam langka yang digunakan dalam aplikasi seperti ponsel, kemasan baterai untuk mobil hibrida dan sel bahan bakar sangat rendah

Penulis laporan tersebut mengamati bahwa stok logam di masyarakat dapat menjadi tambang raksasa di atas tanah. Mereka memperingatkan bahwa tingkat daur ulang beberapa logam langka yang digunakan dalam aplikasi seperti telepon seluler, kemasan baterai untuk mobil hibrida dan sel bahan bakar sangat rendah sehingga jika tingkat daur ulang pada masa depan tidak ditingkatkan secara dramatis, maka logam kritis ini akan menjadi tidak tersedia untuk digunakan dalam teknologi modern.

Metalurgi

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Metalurgi

Metalurgi merupakan domain dari ilmu bahan yang mempelajari perilaku fisika dan kimia unsur logam, senyawa intermetalik mereka, dan campurannya yang disebut logam paduan.

Aplikasi

Beberapa logam dan paduan logam memiliki kekuatan struktural per satuan massa yang tinggi, menjadikannya bahan yang berguna untuk membawa muatan besar atau menahan kerusakan akibat benturan. Paduan logam dapat direkayasa untuk memiliki ketahanan tinggi terhadap pergeser, torsi dan deformasi. Namun logam yang sama juga rentan terhadap kerusakan akibat kelelahan akibat penggunaan berulang atau dari kegagalan tekanan mendadak saat kapasitas beban terlampaui. Kekuatan dan ketahanan logam telah menyebabkan penggunaan seringnya pada konstruksi bangunan dan jembatan bertingkat tinggi, serta kebanyakan kendaraan, peralatan, perkakas, pipa, tanda non-iluminasi dan jalur rel.

Dua logam struktural yang paling umum digunakan, besi dan aluminium, juga merupakan logam paling melimpah di kerak bumi.

Umumnya, logam bermanfaat bagi manusia, karena penggunaannya di bidang industri, pertanian, dan kedokteran. Contohnya, raksa yang digunakan dalam proses kloralkali.Proses kloralkali merupakan proses elektrolisis yang berperan penting dalam industri manufaktur dan pemurnian zat kimia.Beberapa zat kimia yang dapat diperoleh dengan proses kloralkali adalah natrium, kalsium, magnesium, aluminium, tembaga, seng, perak, hidrogen, klor, fluor, natrium hidroksida, kalium dikromat, dan kalium permanganat.

Elektrolisis larutan NaCl menghasilkan natrium hidroksida di katode (kutub positif) dan gas klor di anode (kutub negatif). Pada industri angkasa luar dan profesi kedokteran dibutuhkan bahan yang kuat, tahan karat, dan bersifat noniritin, seperti paduan titanium. Sebagian jenis logam merupakan unsur penting karena dibutuhkan dalam berbagai fungsi biokimia. Pada zaman dahulu, logam tertentu, seperti tembaga, besi, dan timah digunakan untuk membuat peralatan, perlengkapan mesin, dan senjata.

Logam adalah konduktor yang baik, membuatnya berharga dalam peralatan listrik dan untuk membawa arus listrik dari kejauhan dengan sedikit energi yang hilang. Jaringan listrik mengandalkan kabel logam untuk mendistribusikan listrik. Sistem kelistrikan rumah sebagian besar dihubungkan dengan kabel tembaga memanfaatkan sifat hantarannya yang baik.

Konduktivitas termal logam berguna untuk wadah untuk memanaskan bahan di atas api. Logam juga digunakan untuk pembuang panas (bahasa Inggris: heat sink) untuk melindungi peralatan sensitif dari pelewatpanasan (bahasa Inggris: overheating.

Reflektivitas tinggi beberapa logam penting dalam konstruksi cermin, termasuk instrumen astronomi presisi. Sifat terakhir ini juga bisa membuat perhiasan metalik menarik secara estetika.

Beberapa logam memiliki kegunaan khusus; logam radioaktif seperti uranium dan plutonium digunakan pada pembangkit listrik tenaga nuklir untuk menghasilkan energi melalui fisi nuklir. Raksa adalah cairan pada suhu kamar dan digunakan dalam saklar untuk menyelesaikan rangkaian saat mengalir di atas kontak saklar. Logam paduan bentuk memori digunakan untuk aplikasi seperti pipa, pengencang dan vaskular stent.

Logam dapat didoping dengan molekul asing—organik, anorganik, biologis dan polimer. Doping ini mengandung logam dengan sifat baru yang disebabkan oleh adanya molekul tamu. Aplikasi dalam katalisis, obat-obatan, sel elektrokimia, korosi dan lainnya telah dikembangkan.

 

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

LISTRIK

Listrik adalah rangkaian fenomena fisika yang berhubungan dengan kehadiran dan aliran muatan listrik. Listrik menimbulkan berbagai macam efek yang telah umum diketahui, seperti petir, listrik statis, induksi elektromagnetik dan arus listrik. Adanya listrik juga bisa menimbulkan dan menerima radiasi elektromagnetik seperti gelombang radio.

Dalam listrik, muatan menghasilkan medan elektromagnetik yang dilakukan ke muatan lainnya. Listrik muncul akibat adanya beberapa tipe fisika:

  • Muatan listrik: sifat beberapa partikel subatomik yang menentukan interaksi elektromagnetik. Substansi yang bermuatan listrik menghasilkan dan dipengaruhi oleh medan elektromagnetik
  • Medan listrik : tipe medan elektromagnetik sederhana yang dihasilkan oleh muatan listrik ketika diam (maka tidak ada arus listrik). Medan listrik menghasilkan gaya ke muatan lainnya
  • Potensial listrik: kapasitas medan listrik untuk melakukan kerja pada sebuah muatan listrik, biasanya diukur dalam volt
  • Arus listrik: perpindahan atau aliran partikel bermuatan listrik, biasanya diukur dalam ampere
  • Elektromagnet: Muatan berpindah menghasilkan medan magnet. Arus listrik menghasilkan medan magnet dan perubahan medan magnet menghasilkan arus listrik

Pada teknik elektro, listrik digunakan untuk:

  • Tenaga listrik yang digunakan untuk menghidupkan peralatan
  • Elektronik yang berhubungan dengan sirkuit listrik yang melibatkan komponen listrik aktif seperti tabung vakum, transistor, diodadan sirkuit terintegrasi

Fenomena listrik telah dipelajari sejak zaman purba, meskipun pemahaman secara teoritisnya berkembang lamban hingga abad ke-17 dan 18. Meski begitu, aplikasi praktisnya saat itu masih sedikit, hingga di akhir abad ke-19 para insinyur dapat memanfaatkannya pada industri dan rumah tangga. Perkembangan yang luar biasa cepat pada teknologi listrik mengubah industri dan masyarakat. Fleksibilitas listrik yang amat beragam menjadikan penggunaannya yang hampir tak terbatas seperti transportasi, pemanasan, penerangan, telekomunikasi, dan komputasi. Tenaga listrik saat ini adalah tulang punggung masyarakat industri modern.

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

Powered by WordPress and MasterTemplate